Bagi anda yang ingin tahu bagaimana
cara membudidayakan jamur, saya akan memberitahu bagaimana teknik
pembudidayaannya. Namun di postingan kali ini saya akan fokus kepada budidaya
jamur tiram. Dan sebelum saya jelaskan tekniknya alangkah lebih baik kita
ketahui terlebih dahulu mengenai jamur tiram itu sendiri.
Jamur tiram (Pleurotus
ostreatus) adalah jamur konsumsi dari kelompok Basidiomycota dan termasuk
kelas Homobasidiomycetes dengan ciri-ciri umum tubuh buah berwarna putih hingga
krem dan tudungnya berbentuk setengah lingkaran mirip cangkang tiram dengan
bagian tengah agak cekung. Jamur tiram masih satu kerabat dengan Pleurotus
eryngii dan sering dikenal dengan sebutan King Oyster Mushroom.
Langkah awal yang perlu disiapkan untuk budidaya jamur
tiram
1. Ruang persiapan
Ruang persiapan adalah ruangan yang berfungsi untuk melakukan kegiatan
Pengayakan, Pencampuran, Pewadahan, dan Sterilisasi.
2. Ruang Inokulasi
Ruang Inokulasi adalah ruangan yang berfungsi untuk menanam bibit pada media
tanam, ruang ini harus mudah dibersihkan, tidak banyak ventilasi untuk
menghindari kontaminasi (adanya mikroba lain).
3. Ruang Inkubasi
Ruangan ini memiliki fungsi untuk menumbuhkan miselium jamur pada media tanam
yang sudah di inokulasi (Spawning). Kondisi ruangan diatur pada suhu 22 – 28
derajat C dengan kelembaban 60% – 80%, Ruangan ini dilengkapi dengan rak-rak
bambu untuk menempatkan media tanam dalam kantong plastic (baglog) yang sudah
di inokulasi.
4. Ruang Penanaman
Ruang penanaman (growing) digunakan untuk menumbuhkan tubuh buah jamur. Ruangan
ini dilengkapi juga dengan rak-rak penanaman dan alat penyemprot/pengabutan.
Pengabutan berfungsi untuk menyiram dan mengatur suhu udara pada kondisi optimal
16 – 22 derajat C dengan kelembaban 80 – 90%.
Peralatan Dan Bahan Budidaya Jamur Tiram
Peralatan :
yang digunakan pada budidaya jamur diantaranya, Mixer, cangkul, sekop, filler,
botol, boiler, gerobak dorong, sendok bibit, centong.
Bahan-bahan : yang digunakan dalam budidaya jamur tiram adalah Serbuk kayu,
bekatul (dedak), kapur (CaCO3), gips (CaSO4), tepung jagung (biji-bijan),
glukosa, kantong plastik, karet, kapas, cincin plastik.
Proses dan Teknik Budidaya Jamur Tiram
Dalam melaksanakan Budidaya Jamur Tiram ada beberapa proses dan kegiatan
yang dilaksanakan antara lain:
1. Persiapan Bahan
Bahan yang harus dipersiapkan diantaranya serbuk
gergaji, bekatul, kapur, gips, tepung jagung, dan glukosa.
2. Pengayakan
Serbuk kayu yang diperoleh dari penggergajian mempunyai tingkat keseragaman
yang kurang baik, hal ini berakibat tingkat pertumbuhan miselia kurang merata
dan kurang baik. Mengatasi hal tersebut maka serbuk gergaji perlu di ayak.
Ukuran ayakan sama dengan untuk mengayak pasir (ram ayam), pengayakan harus
mempergunakan masker karena dalam serbuk gergaji banyak tercampur debu dan
pasir.
3. Pencampuran
Bahan-bahan yang telah ditimbang sesuai dengan kebutuhan dicampur dengan serbuk
gergaji selanjutnya disiram dengan air sekitar 50 – 60 % atau bila kita kepal
serbuk tersebut menggumpal tapi tidak keluar air. Hal ini menandakan kadar air
sudah cukup.
4. Pengomposan
Pengomposan adalah proses pelapukan bahan yang
dilakukan dengan cara membumbun campuran serbuk gergaji kemudian menutupinya
dengan plastic.
5. Pembungkusan (Pembuatan Baglog)
Pembungkusan menggunakan plastik polipropilen (PP) dengan ukuran yang
dibutuhkan. Cara membungkus yaitu dengan memasukkan media ke dalam plastik
kemudian dipukul/ditumbuk sampai padat dengan botol atau menggunakan filler (alat
pemadat) kemudian disimpan.
6. Sterilisasi
Sterilisasi dilakukan dengan mempergunakan alat sterilizer yang bertujuan
menginaktifkan mikroba, bakteri, kapang, maupun khamir yang dapat mengganggu
pertumbuhan jamur yang ditanam. Sterilisasi dilakukan pada suhu 90 – 100
derajat C selama 12 jam.
7. Inokulasi (Pemberian Bibit)
Inokulasi adalah kegiatan memasukan bibit jamur ke dalam media jamur yang telah
disterilisasi. Baglog ditiriskan selama 1 malam setelah sterilisasi, kemudian
kita ambil dan ditanami bibit diatasnya dengan mempergunakan sendok
makan/sendok bibit sekitar + 3 sendok makan kemudian diikat dengan karet dan
ditutup dengan kapas. Bibit Jamur Tiram yang baik yaitu:
- Varitas unggul
- Umur bibit optimal 45 – 60 hari
- Warna bibit merata
- Tidak terkontaminasi
8. Inkubasi (masa pertumbuhan miselium)
Jamur Tiram
Inkubasi Jamur Tiram dilakukan dengan cara menyimpan di ruangan inkubasi dengan
kondisi tertentu. Inkubasi dilakukan hingga seluruh media berwarna putih
merata, biasanya media akan tampak putih merata antara 40 – 60 hari.
9. Panen Jamur Tiram
Panen dilakukan setelah pertumbuhan jamur mencapai tingkat yang optimal,
pemanenan ini biasanya dilakukan 5 hari setelah tumbuh calon jamur. Pemanenan
sebaiknya dilakukan pada pagi hari untuk mempertahankan kesegarannya dan
mempermudah pemasaran.
Bagi Anda yang
tertarik menekuni bisnis jamur, tidak ada salahnya bila Anda meningkatkan
kepuasan para konsumen dengan membuka restoran atau tempat kuliner olahan
jamur. Sehingga tidak hanya produk jamur segar saja yang bisa memenuhi
kebutuhan pasar, tetapi juga berbagai macam menu makanan nikmat serba jamur
bisa memanjakan lidah para pecinta kuliner.
Berikut ini
kami informasikan 3 tips pemasaran jamur yang bisa Anda gunakan untuk
meningkatkan kepuasan konsumen, yaitu :
1.
Ciptakan kepuasan pelanggan dengan menawarkan beragam
inovasi produk kuliner serba jamur. Anda bisa menciptakan menu-menu nikmat yang
semuanya diolah dari jamur, seperti menu makanan sehat sate jamur, nugget jamur, burger jamur, keripik jamur, bakso jamur, yoghurt jamur,
serta beberapa menu kreatif lainnya yang bisa memuaskan para konsumen.
2.
Tawarkan pelayanan khusus yang bisa menarik minat
konsumen. Selain menawarkan aneka macam olahan jamur, Anda juga bisa membuka
paket wisata agribisnis jamur sebagai daya tarik tersendiri bagi para konsumen.
Strategi ini bisa Anda lakukan dengan mengajak pengunjung restoran Anda untuk
melihat langsung kebun jamur yang Anda miliki. Jadi selain puas menikmati menu
jamur yang Anda sajikan, mereka juga mendapatkan pengalaman baru di kebun jamur
yang akan membuatnya kembali ke restoran Anda.
3.
Berikan layanan khusus delivery order (pesan antar)
bagi konsumen dalam kota. Untuk membangun loyalitas konsumen, Anda perlu
melakukan strategi jemput bola sebelum akhirnya mendapatkan kepercayaan penuh
dari para konsumen. Salah satunya dengan menawarkan layanan khusus delivery
order bagi konsumen dalam kota. Strategi ini terbilang cukup efektif untuk
meningkatkan loyalitas para konsumen, sehingga penjualan produk jamur pun ikut
meningkat setiap harinya.
Semoga tips pemasaran jamur dengan strategi baru ini bisa memberikan inspirasi bagi para pembaca yang tertarik menekuni
dunia jamur. Percayalah bahwa selalu ada peluang bila Anda jeli dengan potensi
di sekitar Anda. Teruslah berkarya, jangan pernah lelah untuk mencoba karena
setiap orang memiliki peluang yang sama. Salam sukses.