Pages

Sabtu, 01 Desember 2012

No Boy, No Cry !



Sebelumnya perkenalin, nama gue anggit permata sari. Temen-temen gue sering manggil gue “Enjit”–menurut gue panggilan yang ga etis banget- . Ga tau darimana kata itu bisa terlahir, yang jelas, yang gue tau itu kata alay dari nama gue yang udah jelas-jelas bagus banget. Masa anggit diganti Enjit? Yang bener aja men...

Gue sekolah di SMAN 7 Kediri, mungkin lebih akrab ditelinga masyarakat sekitar dengan sebutan SMAPTA artinya SMA sapTA (tujuh). Katanya, SMA gue termasuk SMA segitiga emas di kota Kediri lho setelah SMAN 1 dan SMAN 2 Kediri. So, SMA gue termasuk salah satu SMA favorit di Kediri-ga sombong nih, cuma pamer dikit-. Awal masuk SMA ini, gue dimasukkin ke kelas X-6. Awalnya gue kaku banget sama mereka, tapi lama-kelamaan bisa menyesuaikan sendiri. Karena semua itu butuh waktu dan proses, jadi enjoy aja.

Gue emang tipe anak yang susah banget bergaul, berteman, pokok semacam bersosialisasi. Tapi ngga tau kenapa kali ini gue mudah dapet temen. 

Waktu semesteran, tugas individu maupun kelompok yang numpuk ngalah-ngalahin gunung uhud gue kerjain bareng temen-temen gue. Bagi gue cewek cowok sama aja. Makanya temen-temen gue, gue tawarin, sapa yang mau ikut kelompok sama gue dateng aja ke rumah gue. Ngga gue sangka, diam-diam gue tertarik sama seorang cowok yang ikut kelompok ke rumah gue. Gue jadi inget peribahasa orang jawa,  tresno jalaran saka kulino”. Entah darimana awalnya, gue juga ngga tau. Tiba-tiba aja gue  ngerasain ini ke dia. Dimata gue dia itu sama seperti lainnya, ngga ada lebihnya dikitpun. Mungkin gara-gara sikapnya yang lembut sama cewek gue jadi tertarik sama dia. Tertarik buat mengetahui tentang dia lebih dalam lagi. 

karena gue sadar qodrat gue sebagai cewek yang berpendidikan, gue ga pernah berani nyatain perasaan gue ke dia. Jadi hampir setengah semester gue pendam perasaan gue. Gue coba tunjukkin sedikit perasaan gue ke dia tapi hasilnya nihil. Akhirnya gue pasrah aja deh sama Allah. Semuanya kembali ke awal, semua itu memang butuh waktu dan proses. 
Kenaikan kelas..

Semua berjalan seperti biasanya, aku mulai bersikap sebiasa mungkin. Untuk ngelupain dia, gue jaga jarak dengan dia. Gue bisa, wajib ‘ain hukumnya untuk lupain dia. Sampe akhirnya, terdengar berita yang bikin hati gue sakittttttttttttttttttt banget. Ternyata dia suka cewek lain, artinya perasaan gue bertepuk sebelah tangan. Tapi ngga apa, gue bisa nerima kenyataan kok.  Lagipula ujian kenaikan kelas udah deket. Gue ngga mau kena MADESU alias MAsa Depan SUram  apalagi cuma gara-gara cowok. I’M SORRY aja. Hasilnya, alhamdulillah gue naik ke kelas XI dengan gelar IPA. :D

Disini, gue kebagian di kelas XI IPA 4. Di kelas ini juga gue ketemu temen-temen gue yang gokil, keren, gaul, cool, cakep-cakep yang pastinya ga sombong, apalagi masalah persaingan akademiknya, gileeeeee. . . ga sanggup dah gue. Gara-gara kelas kedua gue ini, mudah banget bagi gue buat lupain dia, karena gue udah ga sekelas lagi, dia di kelas XI IPA *. Terima kasih SINFONY-Science Four Comunity-. Gue cinta banget sama kalian. Terima kasih juga udah ngenalin gue dengan hal-hal baru yang belum pernah gue tau.  Dan terima kasih udah bantu gue move on. Gue bakal serius belajar, karena gue tau sekolah itu bukan buat mikirin cowok aja tapi buat nyiapin masa depan. Oke guys no boy no cry yaa.. cemunguuuddddhhhhh eaaa :D

Sabtu, 03 November 2012

Cara Membudidayakan Jamur dan Pemasarannya



 Bagi anda yang ingin tahu bagaimana cara membudidayakan jamur, saya akan memberitahu bagaimana teknik pembudidayaannya. Namun di postingan kali ini saya akan fokus kepada budidaya jamur tiram. Dan sebelum saya jelaskan tekniknya alangkah lebih baik kita ketahui terlebih dahulu mengenai jamur tiram itu sendiri.
Jamur tiram (Pleurotus ostreatus) adalah jamur konsumsi dari kelompok Basidiomycota dan termasuk kelas Homobasidiomycetes dengan ciri-ciri umum tubuh buah berwarna putih hingga krem dan tudungnya berbentuk setengah lingkaran mirip cangkang tiram dengan bagian tengah agak cekung. Jamur tiram masih satu kerabat dengan Pleurotus eryngii dan sering dikenal dengan sebutan King Oyster Mushroom.
Langkah awal yang perlu disiapkan untuk budidaya jamur tiram
1.  Ruang persiapan
Ruang persiapan adalah ruangan yang berfungsi untuk melakukan kegiatan Pengayakan, Pencampuran, Pewadahan, dan Sterilisasi.

2.  Ruang Inokulasi
Ruang Inokulasi adalah ruangan yang berfungsi untuk menanam bibit pada media tanam, ruang ini harus mudah dibersihkan, tidak banyak ventilasi untuk menghindari kontaminasi (adanya mikroba lain).

3.  Ruang Inkubasi
Ruangan ini memiliki fungsi untuk menumbuhkan miselium jamur pada media tanam yang sudah di inokulasi (Spawning). Kondisi ruangan diatur pada suhu 22 – 28 derajat C dengan kelembaban 60% – 80%, Ruangan ini dilengkapi dengan rak-rak bambu untuk menempatkan media tanam dalam kantong plastic (baglog) yang sudah di inokulasi.

4.  Ruang Penanaman
Ruang penanaman (growing) digunakan untuk menumbuhkan tubuh buah jamur. Ruangan ini dilengkapi juga dengan rak-rak penanaman dan alat penyemprot/pengabutan. Pengabutan berfungsi untuk menyiram dan mengatur suhu udara pada kondisi optimal 16 – 22 derajat C dengan kelembaban 80 – 90%.

Peralatan Dan Bahan Budidaya Jamur Tiram

Peralatan : yang digunakan pada budidaya jamur diantaranya, Mixer, cangkul, sekop, filler, botol, boiler, gerobak dorong, sendok bibit, centong.
Bahan-bahan : yang digunakan dalam budidaya jamur tiram adalah Serbuk kayu, bekatul (dedak), kapur (CaCO3), gips (CaSO4), tepung jagung (biji-bijan), glukosa, kantong plastik, karet, kapas, cincin plastik.

Proses dan Teknik Budidaya Jamur Tiram

Dalam melaksanakan Budidaya Jamur Tiram ada beberapa proses dan kegiatan yang dilaksanakan antara lain:
1.   Persiapan Bahan
Bahan yang harus dipersiapkan diantaranya serbuk gergaji, bekatul, kapur, gips, tepung jagung, dan glukosa.

2.  Pengayakan
Serbuk kayu yang diperoleh dari penggergajian mempunyai tingkat keseragaman yang kurang baik, hal ini berakibat tingkat pertumbuhan miselia kurang merata dan kurang baik. Mengatasi hal tersebut maka serbuk gergaji perlu di ayak. Ukuran ayakan sama dengan untuk mengayak pasir (ram ayam), pengayakan harus mempergunakan masker karena dalam serbuk gergaji banyak tercampur debu dan pasir.

3.  Pencampuran
Bahan-bahan yang telah ditimbang sesuai dengan kebutuhan dicampur dengan serbuk gergaji selanjutnya disiram dengan air sekitar 50 – 60 % atau bila kita kepal serbuk tersebut menggumpal tapi tidak keluar air. Hal ini menandakan kadar air sudah cukup.

4.  Pengomposan
Pengomposan adalah proses pelapukan bahan yang dilakukan dengan cara membumbun campuran serbuk gergaji kemudian menutupinya dengan plastic.

5.  Pembungkusan (Pembuatan Baglog)
Pembungkusan menggunakan plastik polipropilen (PP) dengan ukuran yang dibutuhkan. Cara membungkus yaitu dengan memasukkan media ke dalam plastik kemudian dipukul/ditumbuk sampai padat dengan botol atau menggunakan filler (alat pemadat) kemudian disimpan.

6.  Sterilisasi
Sterilisasi dilakukan dengan mempergunakan alat sterilizer yang bertujuan menginaktifkan mikroba, bakteri, kapang, maupun khamir yang dapat mengganggu pertumbuhan jamur yang ditanam. Sterilisasi dilakukan pada suhu 90 – 100 derajat C selama 12 jam.

7.  Inokulasi (Pemberian Bibit)
Inokulasi adalah kegiatan memasukan bibit jamur ke dalam media jamur yang telah disterilisasi. Baglog ditiriskan selama 1 malam setelah sterilisasi, kemudian kita ambil dan ditanami bibit diatasnya dengan mempergunakan sendok makan/sendok bibit sekitar + 3 sendok makan kemudian diikat dengan karet dan ditutup dengan kapas. Bibit Jamur Tiram yang baik yaitu:
- Varitas unggul
- Umur bibit optimal 45 – 60 hari
- Warna bibit merata
- Tidak terkontaminasi

8.  Inkubasi (masa pertumbuhan miselium) Jamur Tiram
Inkubasi Jamur Tiram dilakukan dengan cara menyimpan di ruangan inkubasi dengan kondisi tertentu. Inkubasi dilakukan hingga seluruh media berwarna putih merata, biasanya media akan tampak putih merata antara 40 – 60 hari.

9.  Panen Jamur Tiram
Panen dilakukan setelah pertumbuhan jamur mencapai tingkat yang optimal, pemanenan ini biasanya dilakukan 5 hari setelah tumbuh calon jamur. Pemanenan sebaiknya dilakukan pada pagi hari untuk mempertahankan kesegarannya dan mempermudah pemasaran. 

Bagi Anda yang tertarik menekuni bisnis jamur, tidak ada salahnya bila Anda meningkatkan kepuasan para konsumen dengan membuka restoran atau tempat kuliner olahan jamur. Sehingga tidak hanya produk jamur segar saja yang bisa memenuhi kebutuhan pasar, tetapi juga berbagai macam menu makanan nikmat serba jamur bisa memanjakan lidah para pecinta kuliner.

Berikut ini kami informasikan 3 tips pemasaran jamur yang bisa Anda gunakan untuk meningkatkan kepuasan konsumen, yaitu :
1.     Ciptakan kepuasan pelanggan dengan menawarkan beragam inovasi produk kuliner serba jamur. Anda bisa menciptakan menu-menu nikmat yang semuanya diolah dari jamur, seperti menu makanan sehat sate jamur, nugget jamur, burger jamur, keripik jamur, bakso jamur, yoghurt jamur, serta beberapa menu kreatif lainnya yang bisa memuaskan para konsumen.
2.    Tawarkan pelayanan khusus yang bisa menarik minat konsumen. Selain menawarkan aneka macam olahan jamur, Anda juga bisa membuka paket wisata agribisnis jamur sebagai daya tarik tersendiri bagi para konsumen. Strategi ini bisa Anda lakukan dengan mengajak pengunjung restoran Anda untuk melihat langsung kebun jamur yang Anda miliki. Jadi selain puas menikmati menu jamur yang Anda sajikan, mereka juga mendapatkan pengalaman baru di kebun jamur yang akan membuatnya kembali ke restoran Anda.
3.    Berikan layanan khusus delivery order (pesan antar) bagi konsumen dalam kota. Untuk membangun loyalitas konsumen, Anda perlu melakukan strategi jemput bola sebelum akhirnya mendapatkan kepercayaan penuh dari para konsumen. Salah satunya dengan menawarkan layanan khusus delivery order bagi konsumen dalam kota. Strategi ini terbilang cukup efektif untuk meningkatkan loyalitas para konsumen, sehingga penjualan produk jamur pun ikut meningkat setiap harinya.
Semoga tips pemasaran jamur dengan strategi baru ini bisa memberikan inspirasi bagi para pembaca yang tertarik menekuni dunia jamur. Percayalah bahwa selalu ada peluang bila Anda jeli dengan potensi di sekitar Anda. Teruslah berkarya, jangan pernah lelah untuk mencoba karena setiap orang memiliki peluang yang sama. Salam sukses.





Anda berminat buat Buku Tamu seperti ini?
Klik di [tutup]